Selasa, 28 Maret 2017

PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL

APA ITU PEMBELAJARAN?
Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman.

PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN
Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental.

Pengkondisian Klasik
Pengkondisian klasik adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimulus. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama. Dua stimulus dan dua tipe respons itu adalah
-Unconditioned Stimulus (US), yaitu sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu
-Unconditioned Respons (UR), yaitu respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh Unconditioned stimulus (US)
-Conditioned Stimulus (CS), yaitu stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned respons setelah diasosiasikan dengan US
-Conditioned Respons (CR), yaitu respons yang di pelajari terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS 


Pengkondisian klasik juga melibatkan
-Generalisasi, yaitu tendensi dari stimulus baru yang sama dengan conditioned stimulus yang asli untuk menghasilkan respons yang sama
-Diskiriminasi, yaitu terjadi ketika organisme merespons stimulus tertentu tetapi tidak merespons stimulus lainnya
-Pelenyapan (extinction), yaitu pelemahan conditioned respons (CR) karena tidak adanya unconditioned stimulus (US) 

Pengkondisian Operan
Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.
-Hukum Efek Thorndike
Hukum efek (law effect) Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah. Pandangannya dinamakan teori S-R, karena perilaku organisme itu dilakukan sebagai akibat dari hubungan antara stimulus dan respons

-Pengkondisian Operan Skinner
Pengkondisian operan, di mana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi. 

Penguatan dan Hukuman

Penguatan (imbalan), yaitu konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. 
-Penguatan positif, yaitu frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding)
Sebagai contoh di mana komentar positif guru meningkatkan perilaku menulis murid
-Penguatan negatif, yaitu frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan)
Sebagai contoh ayah mengomeli putranya agar mau mengerjakan PR, Ayah terus mengomel. Dan akhirnya anak itu lelah mendengarkan omelan dan mengerjakan PR-nya. Respons anak (mengerjakan PR) menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan (omelan).

Hukuman (punishment), yaitu konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya sesuatu
Pengkondisian operan juga melibatkan
-Generalisasi, yaitu memberi respons yang sama untuk stimulus yang sama
-Diskriminasi, yaitu membedakan di antara stimulus atau kejadian lingkungan
-Pelenyapan (extinction), yaitu terjadi saat respons penguat sebelumnya tidak lagi diperkuat dan responsnya menurun

ANALISIS PERILAKU TERAPAN DALAM PENDIDIKAN
Analisis perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia
Meningkatkan Perilaku yang Diharapkan 
1. Memilih Penguatan yang Efektif 
    Prinsip Premack menyatakan bahwa aktivitas berprobabilitas tinggi dapat berfungsi sebagai penguat aktivitas berprobabilitas rendah
    2. Menjadikan Penguat Kontingen dan Tepat Waktu 
    3. Memilih Jadwal Penguatan Terbaik        
        Ada dua jenis jadwal penguatan, yaitu
        -Continuous Reinforcement (penguatan terus-menerus)
Dalam penguatan terus-menerus, penguatan diberikan pada saat setiap kali organisme menghasilkan suatu respons.
-Partial Reinforcement (penguatan parsial)
Dalam penguatan parsial, respons diperkuat hanya bagian dari waktu

Ada empat jadwal penguatan parsial
  • Jadwal rasio-tetap, dimana suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respons
  • Jadwal rasio-variabel, dimana suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respons, akan tetapi tidak berdasarkan pada basis yang dapat diprediksi
  • Jadwal interval-tetap, dimana respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat
  • Jadwal interval-variabel, dimana suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu
4. Menggunakan Perjanjian
    Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontingensi penguatan dalam tulisan
5. Menggunakan Penguatan Negatif Secara Efektif
6. Menggunakan Prompt dan Shaping
    Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum    respons dan meningkatkan kemungkinan respons itu akan terjadi
   Shaping adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku yang mirip dengan perilaku sasaran 

Mengurangi Perilaku yang Tidak Diharapkan
  1. Menggunakan Penguatan Diferensial  
  2. Menghentikan Penguatan (Pelenyapan) 
  3. Menghilangkan Stimulus yang Diinginkan .Dua strategi dalam opsi ini adalah Time-out, yaitu menjauhkan individu dari penguatan positif dan Response cost, yaitu menjauhkan penguatan positif dari individu 
  4. Menyajikan Stimulus yang Tidak Disukai (Hukuman)

PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN

Teori Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial (social cognitive theory) menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Albert Bandura adalah arsitek utama dari teori kognitif sosial. Model determinisme pembelajaran resprokalnya mencakup tiga faktor utama, yaitu person/kognisi, perilaku, dan lingkungan. Faktor person (kognitif) yang ditekankan Bandura adalah self-efficacy, yaitu keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.

Pembelajaran Observasional
Pembelajaran observasional yang juga disebut modelling dan imitasi adalah pembelajaran yang terjadi ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
Model Pembelajaran Observasional Kontemporer Bandura, ia menitikberatkan pada proses tertentu yang ada dalam pembelajaran observasional, proses ini antara lain atensi, retensi, produksi, dan motivasi.

Pendekatan Perilaku Kognitif dan Regulasi Diri
-Pendekatan Perilaku Kognitif
Dalam pendekatan perilaku kognitif mengubah perilaku dengan menyuruh orang untuk memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan dipengaruhi melalui faktor eksternal

-Metode Instruksi-Diri (self-instructional method)
Sebuah teknik perilaku kognitif yang ditujukan untuk mengajari individu memodifikasi perilaku mereka sendiri

-Pembelajaran Regulasi Diri
Usaha memunculkan dan memonitor sendiri pemikiran, perasaan, dan perilaku dalam rangka mencapai suatu tujuan



0 komentar:

Posting Komentar

 

Dhita's Template by Ipietoon Cute Blog Design